DEFINASI PENGGUNAAN JASA DAN AUDITOR SERTA PENJELASAN TENTANG 5W+1H
DEFINISI PENGGUNA JASA,PENYEDIA JASA DAN AUDITOR SERTA
PENJELASAN TETANG 5W+1H
1. Definisi
Pengguna Jasa Konstruksi
Pengguna jasa konstruksi adalah orang perseorangan atau
badan sebagai pemberi tugas atau pemilik pekerjaan/proyek yang memerlukan layanan
jasa konstruksi. Jika pengguna ialah orang perorangan, maka disebut sebagai
owner. Badan usaha, baik badan hukun maupun tidak berbadan hukum, contohnya PT
dan CV. Badan yang bukan badan usaha tapi berbadan hukum, atau lembaga negara
dengan menggunakan anggaran yang telah ditentukan baik (APBN dan APBD). Dalam
UU No. 2 tahun 2017, juga dikatakan bahwa, Pengguna jasa konstruksi adalah
pemilik atau pemberi pekerjaan yang menggunakan layanan Jasa Konstruksi.
2. Definisi
Penyedia Jasa Konstruksi
Penyedia Jasa adalah Orang Pribadi atau badan termasuk
bentuk usaha tetap yang kegiatan
usahanya menyediakan layanan jasa konstruksi baik sebagai perencana
konstruksi, pelaksanan konstruksi dan pengawas konstruksi maupun sub-subnya.
Hal ini termuat dalam PP No. 51 tahun 2008. Dalam UU No. 2 tahun 2017,
dikatakan bahwa, Penyedia Jasa adalah pemberi layanan Jasa Konstruksi
3. Definisi Auditor
Auditor adalah seseorang yang memiliki kualifikasi tertentu
dalam melakukan auditatas laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan atau
organisasi. Auditor adalah seseorang yang menyatakan pendapat atas kewajaran
dalam semua hal yang material, posisi keuangan hasil usaha dan arus kas yang
sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia (Arens, 1995).
Ditinjau dari sudut profesi akuntan publik, auditor adalah pemeriksaan
(examination) secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau
organisasi lain dengan tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan dan
hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut (Mulyadi,2002).
Prosedur auditor:
1. Tahapan
Perencanaan. Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor
mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program
audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif
dan efisien.
Mengidentifikasikan resiko dan kendali. Tahap ini untuk
memastikan bahwaqualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang
berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik.
Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti melalui
berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.
Mendokumentasikan dan mengumpulkan temuan-temuan dan
mengidentifikasikan dengan audit.
Menyusun laporan. Hal ini mencakup tujuan pemeriksaan,
sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.
PENJELASAN 5W+1H
1. What – apa :
tujuan yang dicapai
Tujuan dimaksudkan sebagai pedoman yang memberikan arah
gerak dari kegiatan yang akan dilakukan. Dalam suatu proyek konstruksi, tujuan
yang ingin dicapai antara lain:
a. On Time.
Penyelesaian suatu proyek sesuai dengan waktu yang ditentukan dan tidak terjadi
keterlambatan.
b. Anggaran
Sesuai Dengan Perencanaan. Penggunaan anggaran dalam proyek sesuai dengan
rencana anggaran yang telah disusun dan tidak ada pemborosan dan biaya tambahan
di luar rencana anggaran.
c. Kualitas
Sesuai dengan Kriteria yang disyaratkan.
d. Keberjalanan
Kegiatan Proyek berlangsung dengan lancar.
e.
2. When – kapan :
menyangkut waktu
Waktu merupakan salah satu faktor terpenting dalam menangani
suatu proyek. Setiap proyek memiliki batas waktu dalam penyelesaiannya, ada
yang memerlukan waktu panjang, ada juga memerlukan waktu pendek. Waktu
penyelesaian tugas dalam suatu proyek sangat tergantung pada jumlah orang dan
pengalaman serta keterampilan orang-orang tersebut dalam mengerjakan
tugas-tugasnya.
Kegagalan dalam memenuhi batas waktu penyelesaian proyek
akan berakibat buruk terhadap organisasi, misalnya terjadi teguran dari
pelanggan, denda akibat keterlambatan, mengurangi kepercayaan pelanggan
terhadap organisasi dan biaya-biaya lainnya. Salah satu penyebab ataupun alasan
terjadinya kegagalan dalam memenuhi batas waktu penyelesaian proyek dalam suatu
organisasi adalah kurangnya sumber daya yang dimilikinya.
Menurut Buku “Project Management Body of Knowledge (PMBOK)”,
proses penanganan waktu dalam manajemen proyek terdiri dari :
1. Plan Schedule
Management (Manajemen Perencanaan Jadwal)
2. Define
Activities (Pendefinisian Kegiatan)
3. Sequence
Activities (Urutan Kegiatan)
4. Estimate
Activity Resources (Estimasi Sumber daya Kegiatan)
5. Estimate
Activity Durations (Estimasi Durasi atau Jangka Waktu Kegiatan)
6. Control Schedule
(Pengendalian Jadwal)
3. Where – dimana :
menyangkut tempat/lokasi
Lahan/lokasi proyek tertentu, artinya luasan dan tempat
proyek sudah ditetapkan, tidak dapat sembarang tempat.
4. Why – mengapa :
menyangkut kebutuhan
Sarana yang diperlukan oleh proyek, menyangkut bukan hanya
kebutuhan seperti material, tenaga kerja, dan sebagainya, tetapi juga
fasilitas-fasilitas pendukung seperti jalan raya, transportasi, dan sebagainya.
5. Who – siapa :
menyangkut orang
Manajemen SDM dalam proyek adalah proses mengorganisasikan
dan mengelola atau menempatkan orang – orang yang terlibat dalam proyek,
sehingga orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara efektif dan
efisien.
Pada dasarnya, perencanaan SDM ini digunakan untuk menentukan
dan identifikasi SDM dengan keahlian yang disyaratkan untuk kesuksesan proyek.
Rencana manajemen SDM menjelaskan:
a. Bagaimana peran
dan tanggung jawab personil
b. Hubungan
pelaporan
c. Manajemen
karyawan di proyek
d. Schedule
karyawan berupa proses untuk mendapatkan dan merealisasikan karyawan tersebut
e. Identifikasi
training yang diperlukan
f. Strategi
team-building
g. untuk pengakuan
dan rewards program
h. Dampak rencana
pengelolaan karyawan terhadap organisasi.
i. How – bagaimana
: menyangkut metode
Metode pelaksanaan merupakan penjabaran tata cara dan
teknik-teknik pelaksanaan pekerjaan. Pada dasarnya metode pelaksanaan
konstruksi merupakan penerapan konsep rekayasa yang berpijak pada keterkaitan
antara persyaratan dalam dokumen pelelangan, keadaan teknis dan ekonomis di
lapangan, dan seluruh sumber daya termasuk pengalaman kontraktor. Metode
pelaksanaan proyek untuk setiap jenis bangunan berbeda-beda. Secara garis besar
metode pelaksanaan proyek konstruksi, meliputi:
a. Tahap
persiapan
b. Tahap
konstruksi (tahap pembangunan)
c. Tahap masa
pemeliharaan
§ Sumber Daya untuk
Konstruksi
sumber daya untuk konstruksi mencakup 5M, antara lain:
Man (Manusia), merujuk pada manusia sebagai tenaga kerja.
Machines (Mesin), merujuk pada mesin sebagai fasilitas/alat
penunjang kegiatan perusahaan baik operasional maupun nonoprasional.
Money (Uang/Modal),merujuk pada uang sebagai modal untuk
pembiayaan seluruh kegiatan perusahaan.
Method (Metode/Prosedur), merujuk pada metode/prosedur
sebagai panduan pelaksanaan kegiatan perusahaan.
Materials (Bahan baku), merujuk pada bahan baku sebagai
unsur utama untuk diolah sampai menjadi produk akhir untuk diserahkan pada
konsumen.
Komentar
Posting Komentar